{"id":158,"date":"2015-07-13T04:44:50","date_gmt":"2015-07-13T04:44:50","guid":{"rendered":"http:\/\/bombom.co.id\/?p=158"},"modified":"2015-07-13T04:44:50","modified_gmt":"2015-07-13T04:44:50","slug":"5-destinasi-di-kota-semarang-yang-harus-kamu-kunjungi","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/hanifudinsukri.id\/?p=158","title":{"rendered":"5 Destinasi di Kota Semarang yang Harus Kamu Kunjungi"},"content":{"rendered":"<p style=\"text-align: justify;\"><a href=\"http:\/\/a.devcanal.com\/wp-content\/uploads\/2015\/07\/destinasi.jpg\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"alignnone size-full wp-image-174\" src=\"http:\/\/a.devcanal.com\/wp-content\/uploads\/2015\/07\/destinasi.jpg\" alt=\"destinasi\" width=\"600\" height=\"400\" \/><\/a><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Setiap kita berkunjung ke sebuah tempat seakan wajib hukumnya untuk mengunjungi land mark atau sekedar foto-foto sebagai kenang-kenangan atau bukti bahwa kita telah mengunjungi tempat tersebut, setiap kota memiliki land mark atau ciri khas masing-masing, begitupun kota Semarang. Meskipun tidak begitu banyak land mark yang terdapat di sekitar kota, namun tempat-tempat ini akan memberikan pengalaman yg eksotis ketika kita kunjungi dan diabadikan dalam sebuah jepretan. Berikut 5 land mark yang harus kamu kunjungi di kota Semarang.<\/p>\n<p>\u00a0<!--nextpage-->Lawang Sewu dan Tugu Muda<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<figure id=\"attachment_164\" aria-describedby=\"caption-attachment-164\" style=\"width: 600px\" class=\"wp-caption alignnone\"><a href=\"http:\/\/a.devcanal.com\/wp-content\/uploads\/2015\/06\/IMG_3519.jpg\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"wp-image-164\" src=\"http:\/\/a.devcanal.com\/wp-content\/uploads\/2015\/06\/IMG_3519-e1435811231758.jpg\" alt=\"Lawang Sewu \" width=\"600\" height=\"400\" \/><\/a><figcaption id=\"caption-attachment-164\" class=\"wp-caption-text\">Lawang Sewu<\/figcaption><\/figure>\n<p style=\"text-align: justify;\">Lawang sewu merupakan gedung bersejarah Indonesia yang terletak di kota Semarang, Gedung ini, dahulu merupakan kantor dari Nederlands-Indische Spoorweg Maatschappij. Susah ya untuk di eja? Biar gampang kita singkat saja menjadi NIS. Dibangun pada tahun 1904 dan selesai pada tahun 1907. Terletak di bundaran Tugu Muda yang dahulu disebut Wilhelminaplein.<\/p>\n<figure id=\"attachment_165\" aria-describedby=\"caption-attachment-165\" style=\"width: 600px\" class=\"wp-caption alignnone\"><a href=\"http:\/\/a.devcanal.com\/wp-content\/uploads\/2015\/07\/Semarang-tugu-Muda-3.jpeg\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"wp-image-165\" src=\"http:\/\/a.devcanal.com\/wp-content\/uploads\/2015\/07\/Semarang-tugu-Muda-3.jpeg\" alt=\"Tugu Muda (foto : mrdanni.blogspot.com)\" width=\"600\" height=\"450\" \/><\/a><figcaption id=\"caption-attachment-165\" class=\"wp-caption-text\">Tugu Muda (foto : mrdanni.blogspot.com)<\/figcaption><\/figure>\n<p style=\"text-align: justify;\">Masyarakat setempat menyebutnya Lawang Sewu karena bangunan tersebut memiliki pintu yang sangat banyak, meskipun kenyataannya, jumlah pintunya tidak mencapai seribu. Bangunan ini memiliki banyak jendela yang tinggi dan lebar, sehingga masyarakat sering menganggapnya sebagai pintu (lawang). Untuk masuk ke dalam museum ini anda tidak perlu merogoh kocek terlalu dalam, anda cukup membayar Rp. 10.000 saja sudah dapat menyusuri sudut-sudut bangunan tua ini.<\/p>\n<p>\u00a0<!--nextpage-->Kota Lama Semarang<\/p>\n<figure id=\"attachment_168\" aria-describedby=\"caption-attachment-168\" style=\"width: 549px\" class=\"wp-caption alignnone\"><a href=\"http:\/\/a.devcanal.com\/wp-content\/uploads\/2015\/07\/kotalama.jpg\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"size-full wp-image-168\" src=\"http:\/\/a.devcanal.com\/wp-content\/uploads\/2015\/07\/kotalama.jpg\" alt=\"Kota Lama Semarang (Foto : Kompas)\" width=\"549\" height=\"351\" \/><\/a><figcaption id=\"caption-attachment-168\" class=\"wp-caption-text\">Kota Lama Semarang (Foto : Kompas)<\/figcaption><\/figure>\n<p style=\"text-align: justify;\">Kota Lama Semarang adalah suatu kawasan di Semarang yang menjadi pusat perdagangan pada abad 19-20 . Pada masa itu, untuk mengamankan warga dan wilayahnya, maka kawasan itu dibangun benteng, yang dinamai benteng Vijhoek. Untuk mempercepat jalur perhubungan antar ketiga pintu gerbang dibenteng itu maka dibuat jalan-jalan perhubungan, dengan jalan utamanya dinamai : Heeren Straat. Saat ini bernama Jl. Let Jen Soeprapto. Salah satu lokasi pintu benteng yang ada sampai saat ini adalah Jembatan Berok, yang disebut De Zuider Por.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Kawasan Kota Lama Semarang disebut juga Outstadt. Luas kawasan ini sekitar 31 hektare. Dilihat dari kondisi geografi, nampak bahwa kawasan ini terpisah dengan daerah sekitarnya, sehingga nampak seperti kota tersendiri, sehingga mendapat julukan &#8220;Little Netherland&#8221;. Kawasan Kota Lama Semarang ini merupakan saksi bisu sejarah Indonesia masa kolonial Belanda lebih dari 2 abad, dan lokasinya berdampingan dengan kawasan ekonomi. Di tempat ini ada sekitar 50 bangunan kuno yang masih berdiri dengan kokoh dan mempunyai sejarah Kolonialisme di Semarang. Uniknya ketika anda memasuki kawasan kota lama ini jalanannya tidak terbuat dari aspal, melainkan dari susunan batako yang menambah kesan retro dalam perjalanan menelusurinya.<\/p>\n<p>\u00a0<!--nextpage-->Greja Blenduk<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<figure id=\"attachment_169\" aria-describedby=\"caption-attachment-169\" style=\"width: 600px\" class=\"wp-caption alignnone\"><a href=\"http:\/\/a.devcanal.com\/wp-content\/uploads\/2015\/07\/P_20150308_144748.jpg\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"wp-image-169\" src=\"http:\/\/a.devcanal.com\/wp-content\/uploads\/2015\/07\/P_20150308_144748.jpg\" alt=\"Greja Blenduk (Foto : Dok. Pribadi)\" width=\"600\" height=\"450\" \/><\/a><figcaption id=\"caption-attachment-169\" class=\"wp-caption-text\">Greja Blenduk (Foto : Dok. Pribadi)<\/figcaption><\/figure>\n<p style=\"text-align: justify;\">Gereja Blenduk (kadang-kadang dieja Gereja Blendug dan seringkali dilafazkan sebagai mBlendhug) adalah Gereja Kristen tertua di Jawa Tengah yang dibangun oleh masyarakat Belanda yang tinggal di kota itu pada 1753, dengan bentuk heksagonal (persegi delapan). Nama Blenduk adalah julukan dari masyarakat setempat yang berarti kubah. Gereja ini hingga sekarang masih dipergunakan setiap hari Minggu. Di sekitar gereja ini juga terdapat sejumlah bangunan lain dari masa kolonial Belanda. Greja ini terdapat di kawasan kota lama Semarang yang dipenuhi bangunan-bangunan tua berciri khas kolonial, tempat ini sering dikunjungi wisatawan untuk sekedar foto-foto dan menikmati indahnya arsitektur khas belanda.<\/p>\n<p>\u00a0<!--nextpage--><\/p>\n<p>Masjid Agung Jawa Tengah (MAJT)<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<figure id=\"attachment_170\" aria-describedby=\"caption-attachment-170\" style=\"width: 600px\" class=\"wp-caption alignnone\"><a href=\"http:\/\/a.devcanal.com\/wp-content\/uploads\/2015\/07\/Grand-Mosque-Central-Java.jpg\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"size-full wp-image-170\" src=\"http:\/\/a.devcanal.com\/wp-content\/uploads\/2015\/07\/Grand-Mosque-Central-Java.jpg\" alt=\"Masjid Agung Jawa Tengah (MAJT)\" width=\"600\" height=\"400\" \/><\/a><figcaption id=\"caption-attachment-170\" class=\"wp-caption-text\">Masjid Agung Jawa Tengah (MAJT)<\/figcaption><\/figure>\n<p style=\"text-align: justify;\">Masjid Agung Jawa Tengah adalah masjid yang terletak di Semarang, provinsi Jawa Tengah, Indonesia.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">\u00a0Masjid ini mulai dibangun sejak tahun 2001 hingga selesai secara keseluruhan pada tahun 2006. Masjid ini berdiri di atas lahan 10 hektare. Masjid Agung diresmikan oleh Presiden Indonesia Susilo Bambang Yudhoyono pada tanggal 14 November 2006. Masjid Agung Jawa Tengah (MAJT) merupakan masjid provinsi bagi provinsi Jawa Tengah. Selain menjadi tempat ibadah masjid ini juga dibuka untuk wisatawan yang ingin melihat kemegahan bangunanannya, untuk masuk ke area masjid anda cukup membayar parkir, namun untuk menaiki menara asmaul husna anda diharuskan membayar Rp.7000, dari atas menara ini anda dapat melihat kemegahan MAJT dari ketinggian.<!--nextpage--><\/p>\n<p>Kelenteng Sam Po Kong<\/p>\n<figure id=\"attachment_172\" aria-describedby=\"caption-attachment-172\" style=\"width: 600px\" class=\"wp-caption alignnone\"><a href=\"http:\/\/a.devcanal.com\/wp-content\/uploads\/2015\/07\/P_20150308_1242001.jpg\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"wp-image-172\" src=\"http:\/\/a.devcanal.com\/wp-content\/uploads\/2015\/07\/P_20150308_1242001.jpg\" alt=\"P_20150308_124200\" width=\"600\" height=\"338\" \/><\/a><figcaption id=\"caption-attachment-172\" class=\"wp-caption-text\">Kelenteng Sam Po Kong (Foto : Dok. Pribadi)<\/figcaption><\/figure>\n<p style=\"text-align: justify;\">Kelenteng Sam Po Kong merupakan bekas tempat persinggahan dan pendaratan pertama seorang Laksamana Tiongkok beragama Islam yang bernama Zheng He \/ Cheng Ho. Tempat ini biasa disebut Gedung Batu, karena bentuknya merupakan sebuah Gua Batu besar yang terletak pada sebuah bukit batu. Terletak di daerah Simongan, sebelah barat daya Kota Semarang.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Hampir di keseluruhan bangunan bernuansa merah khas bangunan China. Sekarang tempat tersebut dijadikan tempat peringatan dan tempat pemujaan atau bersembahyang serta tempat untuk berziarah. Untuk keperluan tersebut, di dalam gua batu itu diletakan sebuah altar, serta patung-patung Sam Po Tay Djien. Padahal laksamana Cheng Ho adalah seorang muslim, tetapi oleh mereka di anggap dewa. Hal ini dapat dimaklumi mengingat agama Kong Hu Cu atau Tau menganggap orang yang sudah meninggal dapat memberikan pertolongan kepada mereka.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Seperti umumnya bangunan kelenteng, Kuil Sam Poo Kong yang terletak di Simongan, Semarang, ini juga didominasi warna merah. Sejumlah lampion merah tidak saja menghiasi kelentengnya, tetapi juga pohon pohon menuju pintu masuk. Untuk masuk ke lokasi ini anda cukup membayar Rp. 3000 untuk wisatawan lokal.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>Sumber :\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0 <a href=\"http:\/\/www.semarangplus.com\">http:\/\/www.semarangplus.com<\/a> dan\u00a0 <a href=\"https:\/\/id.wikipedia.org\">https:\/\/id.wikipedia.org<\/a><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Setiap kita berkunjung ke sebuah tempat seakan wajib hukumnya untuk mengunjungi land mark atau sekedar foto-foto sebagai kenang-kenangan atau bukti bahwa kita telah mengunjungi tempat tersebut, setiap kota memiliki land mark atau ciri khas masing-masing, begitupun kota Semarang. Meskipun tidak begitu banyak land mark yang terdapat di sekitar kota, namun tempat-tempat ini akan memberikan pengalaman [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":174,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[24],"tags":[71,72,73,47,74],"class_list":["post-158","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-traveling","tag-kota-lama","tag-lawang-sewu","tag-masjid-agung-jawa-tengah","tag-traveling","tag-wisata-semarang"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/hanifudinsukri.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/158","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/hanifudinsukri.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/hanifudinsukri.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/hanifudinsukri.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/hanifudinsukri.id\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=158"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/hanifudinsukri.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/158\/revisions"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/hanifudinsukri.id\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=158"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/hanifudinsukri.id\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=158"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/hanifudinsukri.id\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=158"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}